Zaylanti,, Marsya Angellyca and Sari, Emi Yela Utami (2025) GAMBARAN PENDING CLAIM KASUS RAWAT INAP DITINJAU DARI ADMINISTRASI BERKAS, KODE DIAGNOSA DAN KODE TINDAKAN DI RUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKULU. Diploma thesis, STIKes Sapta Bakti.
Full text not available from this repository.Abstract
xi Halaman Awal + 42 Halaman Inti + 6 Lampiran Marsya Angellyca Zaylanti, Emi Yela Utami Sari, Djusmalinar, Nofri Heltiani Masalah: Status klaim pelayanan kesehatan yang ditunda proses pembayarannya oleh BPJS Kesehatan akan berdampak pada keuangan dan mutu dalam pelayanan Rumah Sakit, pada Rumah Sakit Rafflesia data menunjukkan adanya klaim pasien rawat inap JKN yang tertunda akibat oleh ketidaklengkapan dokumen, kesalahan kodefikasi, dan ketidaksesuaian standar pelayanan memberikan dampak gangguan pada keuangan dan operasional Rumah Sakit, kondisi bukan hanya menimbulkan kerugian finansial bagi Rumah Sakit dan mengganggu penyediaan pelayanan kepada pasien misalnya pendanaan untuk ketersedian obat tertentu sehingga pasien harus membeli obat sendiri di luar Rumah Sakit tersebut, selain itu juga dapat mengganggu penganggaran gaji dan insentif karyawan. Tujuan: Mengetahui gambaran pending claim kasus rawat inap ditinjau dari ketidaklengkapan administrasi berkas, ketidaktepatan kode diagnosa dan kode tindakan periode Bulan Februari sampai dengan April 2025 di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu pada. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskritif kuantitatif dengan populasi dan sampel sebanyak 66 berkas pending claim periode Februari sampai dengan April 2025. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan instrument lembar observasi, ICD-10, ICD-9 CM dan INA-CBG’s, kemudian data diolah dan dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Dari 66 berkas rekam medis pasien JKN rawat inap, hasil penelitian ketidakkelengkapan adminstrasi berkas sebanyak 16(24,2%) berkas rekam medis yang tidak lengkap pada laporan penunjang sebanyak 1(0,52%) berkas rekam medis dan indikasi rawat inap tingkat lanjut (RITL) sebanyak 15(7,81%) berkas rekam medis. Ketidaktepatan kode diagnosa dan kode tindakan sebanyak 20(30,3%) berkas rekam medis pending claim tidak sesuai karena kode ICD-10 dan ICD-9 tidak tepat dengan diagnosa dan prosedur. Saran: Diharapkan dilakukan peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan koding, penguatan SOP klaim, serta evaluasi rutin terhadap kelengkapan dokumen rekam medis untuk menekan angka pending claim. Kata Kunci : INA-CBG’s; JKN; Klaim; Pending; Rekam Medis Referensi : 2018-2025
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Library STIKes Sapta Bakti |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 06:24 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.stikessaptabakti.ac.id/id/eprint/691 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
