Ena, Ena and Sari, Nengke Puspita (2025) ASUHAN KEPERAWATAN PEMANTAUAN NYERI PADA NYERI AKUT PASIEN DENGAN CRONIK KIDNEY DIESIES (CKD) YANG SEDANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM PONDOK KOPI JAKARTA TIMUR TAHUN 2024. Diploma thesis, STIKes Sapta Bakti.
Full text not available from this repository.Abstract
Xiii Halaman awal + 53 Halaman inti ENA, Ns.Nengke Puspita sari,M.A.N Masalah : Cronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif yang mengharuskan pasien menjalani terapi hemodialisis. Prosedur hemodialisa, khususnya penusukan arteriovenous fistula (AVF), sering menimbulkan nyeri akut yang memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Pemantauan nyeri yang sistematis oleh perawat diperlukan untuk menentukan Tingkat keparahan nyeri dan menentukan intervensi yang tepat. Tujuan : Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pemantauan nyeri pada pasien cronik kidney disease (CKD) yang mengalami nyeri akut selama prosedur hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan keluhan nyeri saat kanulasi AVF dengan pendekatan asuhan keperawatan melalui proses pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : Hasil saat dilakukan pemantauan nyeri hari pertama skala 6, hari kedua skala 6, dan hari ketiga skala 5, ditandai dengan pasien tampak gelisah, meringis, tekanan darah meningkat 178/100mmHg, dan nadi meningkat 105. Kesimpulan : Pemantauan nyeri pada pasien Hemodialisa AVF dengan nyeri akut, secara sistematis dapat membantu perawat dalam mengidentifikasi tingkat nyeri secara akurat dan memberikan intervensi yang sesuai untuk menurunkan intensitas nyeri. Jika pemantauan nyeri tidak dilakukan, pasien dapat mengalami peningkatan nyeri berulang, gangguan kenyamanan, serta resiko komplikasi hipertensi, gangguan tidur, kecemasan berlebihan. Dampaknya, hal ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien, memperlambat proses penyembuhan, meningkatkan beban emosional dan psikologis, serta menghambat kepatuhan terhadap terapi hemodialisa. Dengan demikian, pemantauan nyeri berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan pasien dan mencegah komplikasi yang lebih serius selama hemodialisa. Kata kunci : Gagal ginjal kronik, Hemodialisa, pemantauan nyeri, AV fistula, Numeric Rating Scale (NRS) Daftar Pustaka : 2020-2025
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Library STIKes Sapta Bakti |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 06:15 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.stikessaptabakti.ac.id/id/eprint/662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
