ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU NIFAS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DENGAN OLAHAN PEPAYA MUDA DI PMB “Y” KOTA BENGKULU TAHUN 2025

Fitri, Meysi anindia and Suryani, Tri Endah (2025) ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU NIFAS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DENGAN OLAHAN PEPAYA MUDA DI PMB “Y” KOTA BENGKULU TAHUN 2025. Diploma thesis, STIKes Sapta Bakti.

Full text not available from this repository.

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting pada bulan pertama kehidupan. ASI ekslusif merupakan pemberian ASI saja pada bayi tanpa makanan tambahan apapun kecuali obat dan vitamin sampai berumur 6 bulan. Data RISKESDAS tahun 2024 menunjukkan sebanyak 74,73% bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Indonesia, sedangkan cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 sebanyak 73,94%, masih jauh dari target nasional yaitu 80%. Berbagai kendala bisa timbul dalam upaya memberikan ASI eksklusif, masalah yang sering terjadi pada ibu nifas salah satunya adalah ASI tidak lancar. Ny “R” usia 28 tahun G3P2A0 dengan usia kehamilan 28 minggu memiliki riwayat ASI tidak lancar dan tidak pernah memberikan ASI eksklusif pada bayinya dikarenakan ASI yang keluar hanya sedikit, sehingga dibutuhkan asuhan kebidanan komprehensif. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu nifas dengan gangguan produksi ASI. Pada masa kehamilan Ny.R melakukan kunjungan ANC sebanyak 7 kali dan mendapatkan standar pelayanan ANC 10T, asuhan yang diberikan selama kehamilan yaitu perawatan payudara merupakan upaya merangsang sekresi hormone oksitosin untuk menghasilan ASI sedini mungkin, pada masa persalinan Ny.R melahirkan secara normal diusia kehamialn 40 minggu, kala II berlangsung 45 menit hingga bayi lahir dan asuhan yang diberikan adalah dengan bermain gymball, saat bayi lahir langsung dilakukan IMD selama 60 menit. Kala III berlangsung selama 10 menit dan tidak ditemukan penyulit. Kala IV berjalan dengan lancar dilakukan pemantauan selama 2 jam dan tidak ditemukan penyulit. Pada masa nifas penulis memberikan asuhan komplementer yaitu pemberian olahan pepaya muda dan oksitosin untuk memperlancar dan meningkatkan produksi ASI, pada hari ke 10 ASI ibu sudah lancar setelah diberikan olahan pepaya muda sealama 10 hari. Bayi lahir dengan BB 2800 gr, PB 49 cm, APGAR SCORE 9/10. keadaan bayi pada kunjungan hari ke 7 ASI mulai lancar, tidak ada tanda infeksi pada tali pusat dan bayi tidak kuning. Ibu memutuskan menjadi aseptor KB implant. Tidak terdapat kesenjangan antar teori dengan asuhan yang diberikan. Untuk meningkatkan cakupan ASI ekslusif diharapkan ibu hamil sudah mulai mempersipkan diri sejak masa kehamilan sampai masa nifas. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan komprehensif, olahan pepaya muda, produksi ASI. Daftar pustaka : 28 referensi (2015 – 2024)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: D3 Kebidanan
Depositing User: Library STIKes Sapta Bakti
Date Deposited: 30 Jan 2026 02:59
Last Modified: 30 Jan 2026 02:59
URI: http://repository.stikessaptabakti.ac.id/id/eprint/617

Actions (login required)

View Item View Item